Gowa – UIN Alauddin Makassar menorehkan tonggak sejarah baru dengan hadirnya Rumah Sakit UIN Alauddin, yang kini telah mulai beroperasi. Keberadaan rumah sakit ini disebut Rektor sebagai salah satu legasi terbaik yang telah diperjuangkan institusi dalam beberapa tahun terakhir.*
“Rumah sakit ini bukan sekadar fasilitas kesehatan, tapi simbol kepedulian UIN terhadap kualitas hidup civitas akademika. Ini adalah *rumah sehat* untuk kita semua,” tegas Rektor dalam pernyataannya.
(17 Juni 2025).
Dengan semangat mewujudkan lingkungan akademik yang sehat secara holistik, Rektor juga menyampaikan bahwa ke depan, seluruh civitas akademika diharapkan dapat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Bahkan, untuk mendukung akses layanan kesehatan, pengurusan BPJS tengah disiapkan agar bisa terintegrasi dengan sistem pelayanan rumah sakit.
Menurut informasi yang dihimpun dari staf resepsionis rumah sakit, layanan Unit Gawat Darurat (UGD) telah aktif sejak Mei 2025. Tak hanya itu, beberapa poli spesialis juga sudah mulai melayani pasien, menandai komitmen rumah sakit untuk memberikan layanan secara bertahap namun pasti.
Sementara itu, dari pihak Bagian Kerja Sama Rumah Sakit menegaskan bahwa struktur manajemen rumah sakit telah lengkap. “Direktur rumah sakit sudah ditetapkan dan tenaga kesehatan juga telah tersedia. Kami siap memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.
Hadirnya rumah sakit ini tidak hanya memperkuat infrastruktur kampus, namun juga mempertegas orientasi UIN Alauddin terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan warganya. Sebuah investasi jangka panjang yang kini mulai dirasakan manfaatnya.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi berbasis keislaman, UIN Alauddin kembali menunjukkan bahwa pembangunan fisik tak terlepas dari visi spiritual dan kemanusiaan. Rumah Sakit UIN Alauddin bukan hanya bangunan baru, melainkan wujud nyata dari visi kampus: membangun manusia seutuhnya.
Editor: Team Tapak
—
