TAPAKNUSANTARA.id Aku akan sedikit bercerita tentang seorang anak bernama Akbar.
Sehari-harinya ia bekerja sebagai pengankut sampah.semangat juang Di Tubuhnya Tidak pernah merasa ada rasa lelah untuk kebutuhan hidupnya sehari hari.. Banyak yang memandangnya rendah, bahkan tak jarang ada yang mencibir. Namun di balik keringat dan debu itu, tersimpan sebuah mimpi yang begitu mulia.
Akbar bukan anak yang menyerah pada keadaan. Ia tetap bersekolah di SMKN 3 Gowa, menuntut ilmu dengan penuh semangat meski sering datang dengan seragam sederhana dan uang seadanya. Setiap lembar kertas yang ia pelajari, setiap pelajaran yang ia dengarkan, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk sebuah cita-cita besar: menjadi abdi negara.
Baginya, menjadi abdi negara bukan sekadar pekerjaan, tapi jalan untuk mengabdi, membalas jerih payah orang tua, dan membuktikan bahwa anak seorang Tukang Sampah pun bisa mengubah nasibnya.
Pesan Akbar untuk kita semua :
“Bagi yang terlahir dalam kesusahan sepertiku, jangan pernah malu. Jadikan rasa sakit sebagai tenaga, jadikan hinaan sebagai dorongan. Ingatlah, kita bukan ditentukan dari di mana kita memulai, tapi sejauh mana kita berjuang. Sampah bisa jadi berharga kalau diolah dengan benar, begitu juga hidup akan berharga kalau kita isi dengan perjuangan.”
Perjuangan Akbar mengajarkan kita bahwa mimpi tidak pernah mengenal batas. Bahwa hinaan bisa dijadikan bahan bakar untuk melangkah lebih jauh. Dan bahwa kemiskinan bukan alasan untuk berhenti berharap.
Hari ini Akbar dan ayahnya masih Sering memgankut Sampah, masih hidup dengan serba keterbatasan, masih berjalan di bawah terik matahari. Tetapi kita semua percaya, suatu saat nanti, ia akan berjalan dengan penuh wibawa dalam seragam kebanggaan. Saat itu tiba, dunia akan tahu: bahwa mimpi besar selalu punya kekuatan untuk mengalahkan segala keterbatasan..
Penulis : Fasya
